sepenggal kata di larut malam

Jika aku tertulis dalam sajakmu..
Aku ingin kau lihat aku sebagai rintik hujan yang menerpa jendelamu..
Kelak beku keberadaanku menuntunmu menemukan unggun dalam ruangmu..
Riuhku saat ku merendah berjatuh melenyapkan kesepianmu yang pekat melagu..
Mungkin bagimu aku hanyalah kilas garis-garis di udara dan dentum titik-titik di tanah..
Namun kala aku mereda dan surya menjadikanku uap-uap di udara..
Maka ku bekaskan noda yang menuntutmu membersihkan jendela..
Agar dari ruang itu, lengkung pelangi yang membias setelah kepergianku dapat kau saksikan dan kau kenang..
Paling tidak hingga esok senja atau nanti di penghujung lusa..




*Damba Wiratama :))

1 komentar: